fbpx
Pasang iklan

1.300 Rapid Test Tiba di Makassar, Sejauh Mana Alat Ini Mendeteksi COVID-19?

...

Gema.id Sulsel, Makassar – Menghadapi COVID-19 yang jumlah kasusnya terus bertambah maka pemerintah Kota Makassar meminta sebanyak 1.3000 buah rapid test dari pemerintah pusat yang akan digunakan untuk memeriksa seluruh orang dalam pengawasan (ODP) serta pasien dalam pemantauan (PDP) utamanya yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positf COVID-19.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb saat mengecek ruang kesiapan isolasi pasien di Rumah Sakit Umumu Kota Makassar, pada Selasa (31/3/2020) kemarin.

“Alhamdulillah, alatnya sudah tiba. Selanjutnya akan digunakan oleh petugas media untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk ODP dan PDP di kota Makassar. Ini kita utamakan pasien yang belum melakukan pemeriksaan swap di rumah sakit,” jelas Iqbal Suhaeb.

Hingga saat ini di Sulawesi Selatan kasus positif COVID-19 berjumlah 50 orang dan 1 orang meninggal berdasarkan data dari Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19. Khusus di kota Makassar yang terjangkit virus sebanyak 33 pasien.

Semntara itu, bersama Pj Walikota dalam pendampingan pemaparan secara teknis penggunaan rapid test, Kepala Dinas Kesehatan kota Makassar Tun Azikin menjelaskan bahwa pihaknya  juga telah mengalokasikan anggaran pembelian rapid test di APBD 2020 sebanyak 25 ribu unit , serta pengadaan masker sebanyak 3.500 buah.

“Kami juga sudah memesan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis sebanyak 1000 paket, serta Thermi sca infrared sebanyak 100 unit, mudah-mudahan ini bisa menckupi kebutuhan kita di Makassar,” ungkapnya.

Apa itu Rapid Test?

Mengutip Aldokter, rapid test sendiri merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi tubuh untuk melawan COVID-19. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa pembentukan antibodi in memerlukan waktu, bahkan sampai beberapa minggu, jadi ketika melakukan rapid test, seseorang dengan tidak langsung bisa mengetahui dirinya terpapar atau dimasuki oleh virus. 

Jadi rapid test hanyalah sebagai pemeriksa skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi COVID-19.

Sementara itu prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan pengambilan sampel darah. Nah, bila hasil rapid test Anda positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi  pada rapid test bisa saja merupakan antibody terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.

Dan jika positif terinfeksi coronavirus, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah walaupun Anda tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat. Hindari bepergian dan kontak dengan orang lain, sambil menerapkan pola hidup sehat dan pastinya terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan gunakan masker saat berinteraksi.

Baca Juga: Menjaga Jarak Fisik: Kebiasaan Baru yang Mampu Melindungi Kita dari COVID-19

Rapid Test Tidak Berlaku pada Semua Orang

Karena keterbatasan alati, tidak semua orang bisa melakukan rapid test, ada beberapa kategori yang diprioritaskan hal itu diterapkan di Jawa Barat, di antaranya:

  • Kategori A, yaitu masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi, dalam kategori tersebut yang termasuk dari mereka adalah, ODP, PDP serta keluarga, tetangga dan kerabatnya  yang diperkirakan pernah berinteraksi dengan pasien positif COVID-19 dan juga petugas kesehatan di rumah sakit.
  • Kategori B, yang termasuk dalam ketegori ini adalah mereka yang bekerja di puskesmas atau klinik, serta profesi yang berinteraksinya tinggi seperti TNI, polisi, pejabat publik, petugas bendara dan juga pedagang di pasar.
  • Kategori C, mereka yang memiliki gejala COVID-19 berdasarkan keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan melalui diagnosis sendiri.

Meski demikian Anda tetap pelu melakuakan langkah pencegahan dengan menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan tidak keluar rumah kecuali jika kepentingan yang sulit ditolerir.

Beri tanggapan