fbpx
Pasang iklan

Bupati Luwu: Komplain Soal Pengeras Suara Masjid, Saya Bertanggungjawab

(Gema – Sulsel) Bupati Luwu, Andi Muzakkar ikut menanggapi surat edaran dari Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dengan nomor B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08.2018 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar dan musala.

Tanggapan Bupati yang sering disapa dengan panggilan Cakka ini disampaikan di hadapan warga saat dirinya meresmikan Masjid Al Barkah Hidayat di Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Luwu, pada Jumat (31/8/2018) siang.

Dalam keterangannya, Cakka menyatakan bahwa ia akan bertanggungjawab jika ada pihak atau kelompok tertentu yang komplain soal pengeras suara di masjid. Cakka pun berharap agar masyarakat setempat tidak terbebani dengan adanya surat edaran dari Kementerian Agama tersebut.

“Saya yang bertanggungjawab, saya minta masyarakat jangan terbebani dengan surat ederan yang ada untuk mengurangi volume radio masjid di waktu salawat, jangan!,” ucap Cakka.

Cakka juga meminta masyarakat dan pengurus masjid untuk melakukan aktivitas ibadah di masjid seperti biasanya. Jika ada pihak yang keberatan pada masyarakat atau pengurus masjid, ia berharap masyarakat menyampaikan hal tersebut agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Kita tetap saja, apa yang sudah kita lakukan dulu yah pertahankan. Kalau terjadi sesuatu, bilang pak Bupati. Nanti saya yang dipanggila jangan kita (masyarakat),” jelas Cakka lagi.

Selain itu, Cakka juga menjelaskan bahwa untuk di Kabupaten Luwu sendiri ada sekitar 874 masjid. Dan sebagai pemimpin daerah, pihaknya telah menganggarkan dana sebanyak Rp 4 Miliar setiap tahun untuk membantu masjid sebanyak itu.

Untuk diketahui bersama, bahwa ada beberapa hal dalam surat edaran Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, tentang aturan pengeras suara di masjid dan musala tersebut. Seperti adanya tuntunan yang hanya memperbolehkan menggunakan pengeras suara di luar 15 menit sebelum waktu salat subuh dan salat Jumat.

Selanjutnya, lima menit sebelum waktu salat duhur, ashar dan maghrib serta pada saat azan.

Sementara untuk waktu salat, khutbah, kuliah, dan doa hanya diperbolehkan menggunakan pengeras suara ke dalam  masjid atau mushalla saja.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)