fbpx
Pasang iklan

Disebut Terima mahar 10 M, Prof Nurdin: Jumras Harus Minta Maaf, Jika Tidak…

(Gema – Sulsel) Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah sedikit jengkel dengan adanya pernyataan dari eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras yang menyebut dirinya telah menerima mahar 10 M saat Pilkada 2018 lalu.

Ditemui usai menghadiri HUT Bhayangkara ke-73 di Lapangan Karebosi, pada Rabu (10/7/2019) kemarin, Nurdin meminta dengan hormat agar Jumras untuk segera meminta maaf atas tudingan yang tidak benar tersebut.

Menurut Prof Nurdin, pernyataan Jumras penuh dengan kebohongan.

“Saya beri kesempatan kepada dia (Jumras) untuk segera minta maaf kepada saya dalam waktu 1 x 24 jam,” ucap Nurdin.

Jika nantinya Jumras tidak juga menarik omongannya tersebut, Maka Prof Nurdin akan melayangkan laporan kepada pihak kepolisian.

“Saya bakal penjarakan dia (Jumras), jika dia tidak hentikan itu. Saya akan laporkan itu,” tegasnya.

Tudingan Jumras yang tidak berdasar tersebut, bagi Nurdin telah mencemarkan nama baiknya di mata masyarakat Sulsel.

“Itu sudah pencemaran nama baik,” sambungnya.  

Dalam keterangannya, Nurdin juga membantah pernyataan Jumras yang menyebut dirinya melakukan bagi-bagi proyek dan mendapat sumbangan dana dari sejumlah pengusaha.

“Lillahi Ta’ala kalau saya menerima sumbangan dari rekan pengusaha” jelas mantan Bupati Bantaeng tersebut.

Untuk diketahui bersama, bahwa saat diperiksa dalam Pansus Hak Angket Gubernur Sulsel, Jumras yang juga eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel, berbicara tentang adanya dugaan bagi-bagi proyek di lingkup internal Permprov Sulsel.

Selain itu, Jumras juga mengatakan kalau Prof Nurdin menerima mahar hingga puluhan miliaran rupiah saat bertarung di Pilgub Sulsel 2018 lalu.

Jumras sendiri telah dipecat oleh Prof Nurfin dari posisinya karena dianggap menerima fee dari sejumalah pengusaha terkait proyek pembangunan di Sulsel.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)