fbpx
Pasang iklan

Eks Pasar Uloe Dibongkar Sepihak Tanpa Memiliki Dasar Jelas

Gema.id Sulsel – Pembongkaran eks Pasar Uloe yang berlangsung pada tanggal 18 Juli 2019 kemarin untuk pembangunan Puskesmas di atas tanah bersengketa disinyalir kuat tidak sesuai dengan prosedur pembongkaran karena membongkar semua kios dan sebagian rumah warga yang bermukim di kompleks tersebut.

Selain itu, pembongkaran merupakan tindakan sporadis oleh oknum-oknum terkait tanpa mengindahkan terlebih dahulu permohonan warga.

“Keputusan tiba-tiba kemarin pemerintah setempat bilangnya cuma bagian dalam yang dibongkar jadi kami pemilik toko bagian depan tetap dihuni,” ungkap Dewi Nur Afifa komentarnya terkait pembongkaran di seluruh kompleks Pasar Uloe. “Tapi sekitar pukul 14.00 diberitahukan akan diratakan semua,” sambungnya pada laporan yang diterima Gema.id.

Sementara itu adapun laporan yang diterima Gema.id luas lahan yang dibongkar dan dikosongkan hanya seluas 28×28 meter bukan secara keseluruhan termasuk kios warga yang memiliki sertifikat.

Abdul Rahman Hafid Kepala Desa Uloe bersama TNI-Polri saat pembongkaran berlangsung.

Menanggapi hal tersebut Abdul Rahman Hafid Kepala Desa Uloe dalam mediasi yang dilakukan  di ruang komisi I DPRD Bone mengungkapkan semua aset dibongkar karena ini adalah aset Pemerintah Daerah yang tidak bisa diklaim semata.

“Ini adalah aset Pemda yang tidak bisa dibagi-bagi,” tegasnya pada saat penyampaian aspirasi di DRPD Bone, Jumat 18 Januari 2019 kemarin.

Pada penyampaian aspirasi juga hadir dari Pihak Aset Kabupaten Bone, namun  tidak memiliki dasar jelas bahwa tanah yang pernah menjadi Pasar Uloe adalah aset Pemda.

Atas tindakan yang dilakukan tersebut pihak ahli waris sangat mengecewakan tindakan pemerintah yang langsung turun melakukan pembongkaran tanpa menunggu pertemuan di DPRD Kabuaten Bone terkait kejelasan sengketa yang masih berlangsung.

“Kami mempertanyakan siapa yang sebenarnya yang berhak melakukan pembongkaran, karena kemarin kami dari pihak ahli waris ingin menolak pembongkaran, tapi datang Polri berseragam lengkap dengan pengamanan anti peluru , juga TNI yang datang ke lokasi pembongkaran,”

Annas Nanang, ahli waris.

“Kami ini sebenarnya apa, musuh negara?” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan aktivitas pembongkaran dan pengosongan lahan masih dilakukan meski Pemda tidak memilik dasar yang jelas.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)