fbpx
Pasang iklan

Pelabelan ‘Keluarga Miskin’ Membuat Warga Menarik Diri dari Program PKH

(GemaBone) Rencana pemerintah untuk memasang stempel di rumah-rumah warga yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH)  dengan melabeli ‘Kelurga Miskin’ pada mereka, membuat sejumlah warga menarik diri dan keluar dari program pemerintah tersebut.

Warga menganggap dengan adanya lebel tersebut membuat identitas mereka banyak diketahui khalayak masyarakat umum.

Kini tercatat ada 400 warga penerima Program Keluarga Harapan memilih untuk mundur dan terpaksa tidak ingin menerima bantuan lagi akibat pelabelan tersebut.

“Jumlah 400 [Warga] itu sudah termasuk dari warga yang meminta sendiri keluar dari penerima bantuan PKH,”  

kata Koordinator Kabupaten PKH, Baskar menanggapi hal tersebut

Di antara warga yang menarik diri ada pula menganggap kehidupan mereka sudah mapan dan tidak layak lagi masuk program penerima bantuan ini.

Baca Juga:  Bantuan Pangan Non Tunai Hanya Untuk yang Benar-benar Layak

“Ternyata besar pengaruhnya. Karena warga yang sudah mapan, kehidupannya mereka sendiri yang meminta untuk keluar dari penerima PKH,” ungkapnya.

Terbaru kini tiga warga desa Bana Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone meminta dikeluarkan dari daftar penerima bantuan PKH.

Tiga warga desa Bana tersebut yaitu bernama Nurhayati, Rahmatia dan Stria. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh kepala desa Bana, Ishak atas sikap tersebut. “Kami sangat mengapresiasi warga yang secara sukarela mundur dari kepesertaan PKH. Ini merupakan contoh baik, apalagi ini pertama di desa Bana ataupun kecamatan Bontocani ada penerima PKH secara jujur untuk  mendur,” ungkap kepala desa Bana tersebut.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)