fbpx
Pasang iklan

Sebanyak 221 Satpol PP Sulsel Menjalani Tes Urine di Kantor Gubernur Sulsel

(Gema –  Sulsel) Tedapat indikasi pemakaian narkoba yang menimpa Satuan Polisi Pamon Praja (Satpol PP) Sulsel. Menurut Pemprov Sulsel, jika terdapat bukti pemakaian narkoba maka pemanggilan akan dilakukan oleh BNN. Pemanggilan tersebut guna untuk mengikuti asesmen atau dievaluasi,

Jamaluddin selaku Kabid P2M BNNP Sulsel mengungkapkan bahwa terdapat 221 anggota Satpol PP yang mengikuti tes urine yang digelar di Kantor Gubernul Sulsel.

“Kalau konfirmasi hasilnya bisa besok. Konfirmasi saja ke pak Kasat seperti adakah yang terindikasi. Yang jelasnya kami ada yang terindikasi besok kami langsung panggil untuk tindaklanjuti untuk asesmen,” jelas Jamaluddin, sebagaimana yang dikutip di terkini.id, Rabu (15/8/2018).

Kemudian tambahnya mengatakan bahwa di Sulawesi Selatan Satpol PP merupakan pihak yang ditunjuk sebagai sekretariat penanggulangan darurat narkoba sesuai peraturan Gubernur nomor 3 dan 4. Oleh karenanya itu, Satpol PP mejadi piha yang pertama menjalani tes urine.

“Karena berdasarkan peraturan Gubernur nomor 3 dan 4 itu Satpol PP. Tidak juga seperti itu tapi yang jelasnya kita jalankan peraturan gubernuran (Pergub) dan yang kedua sudah ada juga surat edaran Menpan nomor 50 tahun 2017 bahwa yang bunyinya semua ASN itu harus tes urin,” tambah Jamaluddin.

Di Sulsel, hal ini merupakan tes urine pertama yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel diluar organisasi vertikal.

“Jadi yang pertama di Provinsi Sulsel diluar organisasi vertical. Ini yang pertama kali. Kalau organisasi vertical kan sudah biasa sering sama-sam,” tuturnya.

Dari Pemeriksaan urine ini, sampel nantinya akan diserahkan ke kantor BNN Sulsel. Setelah hasilnya keluar, maka akan diberikan ke Mujiono selaku Kepala Satpol PP.

“Hasilnya ini kita akan bawa ke kantor. Mungkin lusa atau besok sudah ada hasil. Jadi kalau ada yang mau bertanya karena sifatnya bersifat rahasia intern BNN karena berdasarkan permintaan jadi tentu hasilnya kami serahkan ke Kasat Pol PP,” ungkapnya.

Jika nantinya ada yang terbukti menggunakan obat terlarang tersebut maka yang bersangkutan akan melwati tes asesmen.

“Nah seandainya ada positif yang terbukti tentu kita melakukan asesmen kita mencari tau sejauh mana keterlibatannya terhadap penyalagunaan narkoba ini,” jelas dia

Terdapat dua tim yang terdapat pada Tim Asesmen BNN yakni Tim Medis dan Tim Hukum

“Kita juga tidak lepas dari tim asesmen terpadu itu ada tim hukum dan ada tim medis. Di tim hukum itu dia mengasesmen sejauh mana keterlibatan apakah dia terlibat jaringan atau bagaimana,” terangnya.

Jika yang terdapat anggota yang positif menggunakan narkoba, maka Tim Asesmen akan melakukan investigasi sejak kapan yang bersangkutan menggunakan obat terlarang tersebut. Jika ada pengakuan yang mengatakan bahwa pemakaiannya sudah lama, maka ia harus menjalani rawat inap minima 5-6 bulan.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)