fbpx
Pasang iklan

Suporter Minta PSM Makassar Serius Hadapi Piala AFC 2019

(Gema – Makassar) Para suporter PSM Makassar punya harapan yang tinggi di ajang Piala AFC 2019. Juku Eja menjadi wakil klub Indonesia di turnamen tersebut. Juku Eja julukan PSM masuk di grup H Piala AFC 2019 bersama Kaya-Iloilo FC asal Filipina, Lao Toyota asal Laos, dan Home United asal Singapura.

Tim pertama yang akan di lawan Pasukan Ramang dari Timur di ajang Piala AFC 2019 yaitu Home United asal Singapura, rencananya akan di gelar pada 27 Februari mendatang di Stadion Bishan. Juku Eja akan menantang Home United.

Kendati harapan besar suporter Juku Eja yang mereka set, sisi lain mengaku tetap waspada dengan lawannya. Sebab, penampilan Home United bisa meresahkan PSM di turnamen Asia nantinya. Seperti yang diketahui, usai lakukan evaluasi PSM lepas 12 skuadnya yang berarti tidak bisa memperkuat Juku Eja di turnamen musim ini.

Bukan hanya itu, kini tim kesayangan warga Sulawesi, khususnya Sulsel belum melakukan tindakan di bursa transfer ini atau belum merekrut pemain baru yang dapat perkuat Juku Eja musim ini. Namun, Daeng Kulle yang merupakan Presiden Red Gank, suporter PSM tetap punya harapan tinggi untuk klub kesayangannya agar bisa berbicara banyak di pertandingan nantinya.

“Kalau kami sebagai suporter pasti tuntutannya yakni prestasi di ajang AFC ini,” kata Daeng Kulle, Bos Red Gank itu.

“Kami tidak mau PSM Makassar hanya berstatus sebagai tim penggembira semata bagi kami,” ujarnya menambahkan.

Coach Penjaga Gawang PSM Makassar Ikut Kursus Kepelatihan PSSI

Pada 6 sampai 12 Januari 2019 PSSI adakan AFC Goalkeeper Coaches Course Level I pada Sawangan Depok. Hal itu dipimpin oleh instruktur AFC Zakareya Ahmed Alawadhi yang diikuti sebanyak 22 coach penjaga gawang Indonesia yang menjadi peserta gelombang pertama dalam kursus tersebut.

Herman Kadiaman merupakan coach penjaga gawang Juku Eja yang menjadi salah satu peserta yang ikut. Kadiaman dan beberapa coach seperti Ferry Rotinsulu, Markus Horison, Kurnia Sandi, dan Hermansyah.

“Sementara ikut Level 1, khusus untuk pelatih kiper. Itu bisa ikut Level 1 kalau dia dapat C AFC dulu, secara spesifiknya itu,” ujar Herman saat memegang lisensi C AFC.

Dia mengungkapkan, khusus untuk level satu, harus ada lisensi C AFC yang lebih awal. Buat coach kiper ada tiga level yakni level 1, 2 dan 3. Perbedaan ketiga level itu, untuk level 1 secara umum dapat menangani semua pelatih. Namun, khusus level 1 merupakan coach kiper.

“Baru bisa naik ke Level 2 sampai 3. Artinya ini lisensi tambahan untuk pelatih kiper,” ungkapnya.

Tapi, untuk mendapatkan lisensi B AFC, dapat dilakukan tanpa kursus level 1 dan 3.

Herman coach kiper Juku Eja tetap berniat akan ikuti level 2.

“Tapi biasanya ini dilaksanakan setahun atau dua tahun (setelah kursus Level 1),” tutupnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)